Sabtu, 15 November 2014

Manfaat Telur Untuk Kecantikan


4 Cara Memanfaatkan Telur untuk Kecantikan


Telur ternyata sangat baik untuk kesehatan dan perawatan kulit. Kandungan protein, lemak, dan nutrisi dalam telur sangat baik untuk kulit kering dan kulit berminyak. Telur juga dapat mengencangkan dan menjaga kekenyalan kulit wajah. Lemak dari kuning telur juga dapat meremajakan kulit kering atau kulit yang rusak karena jerawat.

Berikut ini ada empat cara memanfaatkan telur untuk merawat kecantikan wajah dan rambut seperti yang dilansir oleh hellonatural.co. Yuk Ladies, kita gunakan bahan alami yang mudah didapat untuk bahan kecantikan dan perawatan kulit serta rambut.




1. Kondisioner Rambut
Bahan-bahan: 1 kuning telur dan 1/2 buah alpukat
Cara membuat: campurkan kuning telur dan buah alpukat hingga merata.
Cara menggunakan: oleskan ke bagian ujung hingga pangkal rambut, pijat kulit kepala, diamkan selama 10-15 menit, bilas dengan air dingin, cuci dengan sampo, dan bilas lagi hingga bersih.

2. Masker Wajah
Bahan-bahan: 1 butir telur (ambil bagian putihnya saja), 1 sdt air jeruk lemon, dan 1 sdt madu murni.
Cara membuat: campurkan semua bahan hingga merata.
Cara menggunakan: gunakan sebagai masker wajah, biarkan kering hingga 15-20 menit, bilas dengan air hangat.

Masker ini bisa mengencangkan kulit. Air perasan jeruk lemon juga dapat mengurangi bekas jerawat sementara madu dapat membunuh bakteri dan membuat kulit lebih kenyal.

3. Penghilang Komedo
Bahan-bahan: 1 butir telur (ambil bagian putihnya saja) dan tisu
Cara membuat dan menggunakan: kocok putih telur hingga berbusa, oleskan di area hidung yang berkomedo, lapisi dengan tisu, oleskan putih telur lagi di atas tisu tersebut, diamkan hingga kering, lalu bilas dengan air hingga bersih.

4. Masker Wajah dengan Kunyit
Bahan-bahan: 1 kuning telur, sejumput bubuk kunyit, dan 1 sdt minyak zaitun
Cara membuat: campurkan semua bahan hingga menjadi pasta.
Cara menggunakan: oleskan ke wajah dan biarkan kering selama 20 menit, lalu bilas dengan air hangat.

Protein telur sangat baik untuk memperbaiki kulit. Sementara vitamin B dan minyak zaitun dapat menjaga kelembaban kulit dan membuat kulit jadi cerah.

Selamat mencoba, Ladies!


Sumber

Manfaat Air


Segarnya Manfaat Minum Air Saat Bangun Pagi Hari
 

Anda pasti sudah mengetahui bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa air. Sebagian besar bagian tubuh manusia dialiri oleh air. Itulah mengapa menjaga tubuh tetap terhidrasi itu penting sekali. Anda mungkin suka minum kopi, teh, atau soda, namun tidak ada yang lebih baik selain segelas air putih.

Air dibutuhkan untuk hampir semua reaksi kimia di dalam tubuh. Meski mungkin air putih tidak memiliki rasa-rasa, namun sangat sehat karena tanpa kalori. Meski tahu bahwa air putih sangat penting untuk kesehatan, namun seringkali Anda lupa untuk minum air karena kesibukan pekerjaan daa segala hal yang memenuhi pikiran Anda.

Saat makan mungkin Anda juga minum air, tapi waktu tersebut kurang optimal bermanfaat untuk tubuh karena tercampur dengan makanan. Seperti dikutip dari www.livestrong.com, air putih justru sangat baik diminum pagi hari saat Anda baru saja bangun tidur. Ini karena air dapat membantu mengurangi keasaman lambung atau perut karena telah semalaman tidak terisi apa pun saat Anda tertidur.

Hal ini juga sangat baik mencegah perut mulas karena belum sarapan dan membantu tubuh menggunakan kalori lebih banyak untuk energi di pagi hari selagi sarapan belum siap. Minum air putih satu gelas saat bangun tidur juga akan membuat kulit terlihat lebih segar dan melancarkan proses buang air besar Ladies.

Jadi, sebaiknya selalu siapkan satu gelas penuh air putih di samping tempat tidur Anda dan minum saat bangun tidur ya.


Sumber

Selasa, 11 November 2014

Resensi Novel Ayat-Ayat Cinta


Ayat-Ayat Cinta

Judul Buku                  : Ayat-Ayat Cinta
Pengarang                    : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit                       : Republika
Tahun                          : 2008, Cetakan XXXIII                    
Jumlah Halaman          : 419 halaman

Novel  Ayat-ayat cinta adalah sebuah novel 418 halaman yang ditulis oleh seorang novelis muda Indonesia kelahiran 30 September 1976 yang bernama Habiburrahman El-Shirazy. Ia adalah seorang sarjana lulusan Mesir dan sekarang sudah kembali ke tanah air. Novel ini seperti novel-novel Islami kebanyakan yang mencoba menebarkan dakwah melalui sebuah karya seni, namun setelah ditelaah lebih lanjut ternyata novel ini merupakan gabungan dari novel Islami, budaya dan juga novel cinta yang banyak disukai anak muda.
Habiburrahman El Shirazy, lahir di Semarang, 30 September 1976. Memulai pendidikan menengahnya di MTs Futuhiyyah 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak di bawah asuhan KH. Abdul Bashir Hamzah. Pada tahun 1992 ia merantau ke Kota Budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta, lulus pada tahun 1995. Setelah itu melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Fak. Ushuluddin, Jurusan Hadis, Universitas Al-Azhar, Cairo dan selesai pada tahun 1999. Telah merampungkan Postgraduate Diploma (Pg. D) S2 di The Institute For Islamic Studies in Cairo yang didirikan oleh Imam Al-Baiquri.
Beberapa karya Kang Abik, baik yang sudah maupun akan terbit, Ketika Cinta Berbuah Surga, Pudarnya Pesona Cleopatra, Di Atas Sajadah Cinta. Sekarang sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata BeningDalam Mihrab Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih.
Novel ini bertemakan tentang perjuangan dalam melawan ketidakadilan. Tokoh yang terdapat dalam kutipan novel ini ada tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama, yaitu Fahri, Maria, Nurul, Noura, dan Aisha. Sedangkan tokoh pembantu, yaitu Saeful, Rudi, Hamdi, Tuan Boutros (ayah Maria), Nahed (ibu Maria), Yousef (adik Maria), Syaikh Usman (guru besar Fahri), Syaikh Ahmad (dosen Fahri di Al-Azhar), Ustd Jalal dan isterinya (paman dan bibi Nurul), Eqbal dan isterinya (paman dan bibi Aisha), Amru (pengacara), Magdi (polisi), Bahadur dan kakak Noura.
Alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur maju. Berlatarkan di Mesir Kairo Al-azhar. Penggambaran watak secara dramatik dan ada pula yang secara analitik. Dalam novel ini Fahri berwatak rajin, pintar, sabar, terencana, disiplin, penolong, ikhlas, ulet, dan pria yang sholeh. Maria berwatak ceria, rajin, pintar, manja, dan tertutup. Nurul berwatak rajin, pintar, pemalu, tertutup, dan sholehah. Noura berwatak tertutup, pintar, kejam, dan pendiam. Kemudian Aisha yang berwatak sabar, penuh kelembutan, ikhlas, terencana, pintar, sholehah dan hidup serba berkecukupan.
Gaya bahasa yang digunakan terpengaruh oleh bahasa lokal, yaitu bahasa Arab dan penuh dengan nuansa religi. Dalam novel ini pengarang menggambarkan tokoh menggunakan sudut pandang orang pertama.
Kisah ini diawali tentang bagaimana menghadapi persoalan dalam hidup secara islami. Fahri bin Abdullah Shiddiq adalah pelajar dari Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al-Azhar berurat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Dia tinggal di sebuah flat sederhana bersama keempat orang temannya yang juga berasal dari Indonesia. Fahri adalah orang yang sangat disiplin dan terencana terhadap peta hidupnya. Dari peta hidupnya itu, tersurat bahwa tujuan utama yang ingin dia capai ialah lulus S2 Al Azhar.
Dalam kesederhanaan hidupnya ia dipertemukan oleh beberapa wanita. Wanita pertama yang mengisi kehidupan Fahri ialah Maria. Maria adalah tetangga satu flat Fahri, ia adalah gadis Kristen Koptik yang mengagumi Al Quran. Keluarga Maria sangat akrab dengan Fahri. Kekagumannya terhadap Fahri berubah menjadi cinta. Hanya saja rasa cintanya itu hanya dapat tercurahkan dalam sebuah buku harian Maria.
            Selain Maria, ada Nurul yang juga jatuh hati pada Fahri. Sebenarnya, Fahri menaruh hati pada gadis manis itu, anak seorang kyai terkenal. Namun, Fahri tidak pernah menunjukkan perasaannya lantaran rasa tidak percaya dirinya yang hanya seorang anak dari seorang petani yang kehidupannya sangat sederhana, jauh dari berkecukupan. Setelah itu ada Noura yang juga merupakan tetangga Fahri yang selalu disiksa oleh ayahnya sendiri yang bernama Bahadur.
        Dahulu ayahnya sangat menyayangi Noura, tetapi setelah menyadari bahwa Noura yang berkulit putih sedangkan ayahnya yang berkulit hitam membuat Bahadur mengira bahwa Noura bukan anaknya dan Noura pun disebut sebagai anak haram. Kemudian Noura di jual oleh Bahadur, tetapi Fahri, Maria, dan Nurul menolongnya. Noura menaruh hati pada Fahri bahkan berharap lebih dari Fahri, tetapi Fahri hanya berempati saja terhadap Noura dan Fahri hanya menganggap Noura sebagai seorang adik. Hal tersebut menjadi masalah yang panjang, Noura memfitnah Fahri telah memperkosanya, sehingga Fahri dijebloskan ke penjara dan ia harus mendekam di penjara.
           Kemudian yang terakhir adalah Aisha, gadis Turki bermata indah yang mampu membuat Fahri jatuh hati. Dialah gadis yang dipilih Fahri untuk manjadi pendamping hidupnya. Perjumpaan dengan Aisha dimulai dari pertemuan di Metro dan kemudian mereka di jodohkan oleh paman Aisha yang bernama Eqbal. Kebetulan, paman Eqbal mengenal Fahri. Mereka tak dapat menolak perjodohan, sebab mereka saling jatuh hati satu sama lain lalu mereka pun menikah. Mendengar kabar bahwa Fahri dan Aisha telah menikah membuat Nurul sangat kecewa dan terpukul. Tidak hanya Nurul yang merasa terpukul, Maria dan Noura, wanita yang menaruh hati kepada Fahri juga merasakan hal yang sama.
            Adapun pertikaian pada saat Fahri dan Aisha pulang dari Alexandria sehabis  berbulan madu, Fahri di tangkap karena di tuduh memperkosa seorang gadis Mesir, yaitu Noura. Noura memfitnah Fahri, ia mengaku bahwa Fahri telah memperkosanya pada saat Fahri menolong Noura, sedangkan Fahri tidak merasa melakukan hal tersebut. Fahri kecewa atas perlakuan Noura yang telah memfitnahnya. Tak lama Fahri pun dijebloskan ke penjara.
         Selama di penjara ia terus-menerus disiksa. Pengacara Fahri tengah berusaha keras untuk membebaskannya, tetapi beberapa bukti belum cukup kuat untuk membebaskannya. Satu-satunya saksi kunci yang dapat meloloskan Fahri dari fitnah kejam Noura adalah Maria. Tapi, Maria sedang terluka lemah tak berdaya. Luka hati karena cinta yang bertepuk sebelah tangan membuatnya jatuh sakit.
            Hanya ada satu cara agar Maria dapat tersadar dari koma panjangnya, yaitu dengan sentuhan dan ucapan sayang dari Fahri. Akibat desakan Aisha dan setelah Fahri membaca buku harian Maria, ia tahu betapa Maria sangat mencintainya dan kemudian Fahri pun menikahi Maria. Setelah Fahri menikahi Maria, Maria tersadar dapat membuka matanya dan kemudian berdsedia untuk memberikan kesaksian di persidangan. Setelah Maria menjelaskan semuanya di hadapan hakim, Fahri pun terbebas dari tuduhan Noura. Noura pun merasa malu dan mengakui bahwa Bahadurlah yang telah memperkosanya, Noura menyesal atas perbuatan yang dilakukannya. Kemudian Fahri pun dapat meninggalkan penjara yang mengerikan itu.
        Fahri, Aisha, dan Maria mampu menjalani rumah tangga mereka dengan baik dan hidup bahagia. Tidak ada yang menduga jika maut akhirnya merenggut Maria. Penyakit Maria kembali kambuh dan ia pun meninggal. Maria beruntung karena meninggal dalam keadaan islam.
           Novel ini banyak mengandung amanat yang sangat bermanfaat bagi pembacanya. Dalam novel ini dapat disimpulkan bahwa dalam menghadapi suatu masalah kita harus senantiasa bersikap ikhlas, tabah, dan bersabar. Novel ini juga mengajarkan kita agar terus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
       Kelebihan yang dimiliki oleh novel ini adalah ceritanya yang begitu menyentuh seakan membawa para pembaca ikut terlibat dalam masalah para tokoh. Novel ini mengandung nilai-nilai religi dan sastra yang cukup tinggi. Novel ini mampu menyadarkan kita dalam menghadapi cobaan dengan bersikap ikhlas. Namun novel ini juga memiliki  kekurangan, yaitu terdapat kata-kata yang asing sehingga dapat membuat para pembaca kurang mengerti. Dapat disimpulkan, walaupun terdapat kata-kata asing yang sulit mengerti tetapi buku ini mempunyai banyak nilai yang positif yang dapat ditiru dikehidupan sehari-hari sehingga buku ini patut untuk dibaca.
                                                                                   
Penulis Resensi: Putri Elena Safitri

Rabu, 29 Oktober 2014

Manusia dan Harapan

A.  Pengertian Harapan  

Setiap manusia pasti mempunyai harapan yang tentunya berbeda-beda. Manusia yang hidup tanpa sebuah harapan, berarti manusia itu dapat dikatakan mati dalam hidup. Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun di yakini. Bahkan terkadang dibatin dan dijadikan sugesti agar dapat terwujud. Namun, ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada  praktiknya banyak orang menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa dan berusaha.

Harapan juga merupakan sesuatu yang dapat dibentuk dan dapat digunakan sebagai langkah untuk perubahan. Perubahan yang menguntungkan dapat menyebabkan individu mencapai hidup yang lebih baik. Setiap individu memiliki kemampuan untuk membentuk harapan karena mereka memiliki komponen dasar dalam kemampuan kognitif yang diperlukan untu menghasilkan pemikiran-pemikiran yang berhubungan dengan harapan.

B.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harapan
Weil (2000) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harapan, yaitu dukungan sosial, kepercayaan religius, dan kontrol.

1.   Dukungan Sosial
Harapan memiliki kaitan yang sangat erat dengan dukungan sosial. Dalam penelitiannya mengenai pasien yang menderita penyakit kronis, Raleigh (1992, dalam Weil, 2000) mengatakan bahwa keluarga dan teman pada umumnya diidentifikasikan sebagai sumber harapan untuk penderita penyakit kronis dalam beberapa aktivitas seperti mengunjungi suatu tempat, mendengarkan, berbicara, dan memberikan bantuan secara fisik. Herth (1989, dalam Weil, 2000) mengidentifikasikan pertahanan hubungan peran keluarga sebagai sesuatu yang penting bagi tingkat harapan. Sebaliknya, kurangnya ikatan sosial diatribusikan sebagai hasil kesehatan yang lebih buruk seperti peningkatan morbidity dan kematian awal. 

2.  Kepercayaan Religius
Kepercayaan religius dan spiritual telah diidentifikasikan sebagai sumber utama harapan dalam berbagai penelitian. Kepercayaan religius dijelaskan sebagai kepercayaan dan keyakinan seseorang pada hal positif atau hhasil yang ditentukan dengan kekuatan yang lebih tinggi seperti halnya melepaskan diri pada kenyataan bahwa terdapat sesuatu atau tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya untuk situasi individu saat ini. Spiritual merupakan konsep yang lebih luas dan terfokus pada tujuan dan makna hidup dan keterkaitan dengan orang lain, alam, atau dengan Tuhan (Reed, dalam Weil, 2000). 

3.  Kontrol
Mempertahankan kontrol merupakan salah satu bagian dari konsep harapan. Mempertahankan kontrol dapat dilakukan dengan cara tetap mencari informasi, menentukan nasib sendiri. 

C.  Peranan Harapan
Harapan memiliki peranan penting dalam prestasi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memiliki harapan yang tinggi dapat membantu individu meraih kesuksesan dalam beberapa area kehidupan (sekolah, dunia kerja, keluarga, dan olahraga). Faktanya penelitian menunjukkan bahwa kemampuan untuk memiliki dan mempertahankan harapan mempunyai peranan penting dalam kesuksesan daripada bakat alami yang dimiliki individu. Tidak ada seorangpun yang akan bekerja keras jika mereka berpikir bahwa hal tersebut adalah usaha yang sia-sia.







Sumber : 
http://id.wikipedia.org/wiki/Harapan 
http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122361-155.5%20PRA%20h%20-%20Harapan%20Pada%20-%20Literatur.pdf

Selasa, 11 Februari 2014

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita ini karena dengan pendidikan, kita semua bisa belajar semua ilmu pengetahuan dan dengan ilmu pengetahuan itulah kita bisa merubah polapikir kita semua, jadi setiap manusia khususnya masyarakat Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan diharapkan untuk selalu berkembang didalamnya karena kemajuan suatu Negara dapat diukur atau dapat dilihat dari kemajuan pendidikan masyarakatnya. Pendidikan secara umum mempunyai arti, suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupannya pada yang lebih baik. Kita di didik untuk menjadi orang yang berguna baik bagi Negara, Nusa dan Bangsa. Pendidikan pertama kali yang kita dapatkan yaitu di lingkungan keluarga (Pendidikan informal), lingkungan sekolah  (pendidikan formal), dan lingkungan masyarakat (pendidikan nonformal). Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar. Proses pendidikan ini berlangsung seumur hidup, sehingga peranan keluarga itu sangat penting bagi anak, terutama orang tua. Orang tua mendidik anaknya dengan penuh kasih sayang dan kasih sayang yang diberikan orang tua pada anaknya tidak ada habisnya dan tidak terhitung nilainya.

Orang tua mengajarkan kepada kita hal-hal yang baik, misalnya bagaimana kita bersikap sopan-santun terhadap orang lain, menghormati sesama, dan berbagi dengan mereka yang kekurangan. Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan formal terdiri atas pendidikan formal berstatus negeri dan pendidikan formal brstatus swasta.